Friday, June 6, 2014

Content Management System

CONTENT MANAGEMENT SYSTEM

1.      Content Management System atau Sistem manajemen konten disingkat CMS,adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menambahkan atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs web. Umumnya, sebuah CMS (Content Management System) terdiri dari dua elemen:
a.       aplikasi manajemen isi (Content Management Application, CMA)
b.      aplikasi pengiriman isi (content delivery application, CDA)
2          2. kegunaan atau fungsi CMS
1. Content Making
Pembuatan content dilngkungan CMS adalah mudah, karena bisa dilakukan oleh siapapun tanpa harus mengetahui dasar HTML. Kebanyakan CMS sekarang penulisan contentnya dikembangkan dilingkungan berbasis web, dengan implementasi yang lebih sederhana serta mengijinkan untuk diupdate tanpa harus meghapus dulu.
2. Content Management
Satu halaman telah dibuat, maka CMS akan menyimpan halaman tersebut pada tempat penyimpananya. Semuanya disimpan dengan link yang terkait. Pusat penyimpanan juga menyediakan fasilitas untuk mengelola content dengan metode :
menjaga traking semua content sehingga bisa mengerahui siapa merubah dan kapan.
 Memastikan masing-masing user hanya punya privasi sesuai dengan haknya.
 Mengitegrasikan dengan system sesuai dengan spesifik kontent tersebut.
Yang paling penting ada masalah workflow capability. Sebagai contoh : bila ada content masuk yang dutullis oleh seseorang maka content tersebut tidak akan langsung dipublikasikan melainkan statusnya akan pending, sampai akirnya di review oleh administrator atau yang diberi hal untuk ini dan tergantung langkah administrator selanjutnya. Kalo di approve baik dengan diedit terlebih dahulu atau tanpa pengeditan, maka setelah itu content tersebut baru bisa dibaca oleh visitor.
3. Publication
Setelah atikel di terima oleh admin dan direview, tentunya disini admin atau user lain yang biberi privelege juga berhak untuk mengedit kali dirasa semua sudah sesuai selanjutnya artikel tersebut akan diapprove maka secara otamatis akan dipublikasikan sesuai dengan kategorinya.
4. Presentation
CMS dapat juga menyediakan penomeran atau berdasar tanggal untuk memindah kualitas dan efektifitas dirinya. Sebagai contoh CMS akan membangun navigasi buat kita dengan membaca struktur pengeluaran yang urut dari content yang teleh disimpanya. Sehingga akan membantu dalam mempresentasikan.

3.      Keunggulan dan kelemahan CMS !
Keunggulan Menggunakan CMS

Manajemen data
Ini merupakan fungsi utama dari CMS. Semua data/informasi baik yang telah ditampilkan ataupun belum dapat diorganisasi dan disimpan secara baik. Suatu waktu data/informasi tadi dapat dipergunakan kembali sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, CMS juga mendukung berbagai macam format data, seperti XML, HMTL, PDF, dll., indexing, fungsi pencarian, dan kontrol terhadap revisi yang dilakukan terhadap data/informasi. Untuk menggunakan CMS biasanya pengetahuan tentang bahasa pemrograman tidaklah terlalu dibutuhkan, karena semua proses berjalan dengan otomatis (WYSIWYG). Begitupula dengan proses ‘update’, dapat dilakukan dengan cepat sehingga menjamin kemutakhiran informasi yang ditampilkan.

Mengatur siklus hidup website
Banyak CMS memberikan fasilitas kepada para penggunanya untuk mengelola bagian atau isi mana saja yang akan ditampilkan, masa/waktu penampilan dan lokasi penampilan di website. Tak jarang sebelum ditampilkan, bagian atau isi yang dimaksud terlebih dahulu di-review oleh editor sehingga dijamin kevaliditasannya.

Mendukung web templating dan standarisasi
Setiap halaman website yang dihasilkan berasal dari template yang telah terlebih dahulu disediakan oleh CMS. Selain dapat menjaga konsistensi dari tampilan secara keseluruhan, para penulis dan editor dapat berkonsentrasi secara penuh dalam melaksanakan tugasnya menyediakan isi website. Bila isi telah tersedia, maka proses publikasi dapat berjalan dengan mudah karena sudah ada template sebelumnya. Beberapa bagian dari website biasanya telah ditetapkan sedemikian rupa sehingga tidak dapat diubah begitu saja. Hal ini dilakukan untuk memberikan standarisasi kepada seluruh bagian dari website.

Personalisasi website
Sekali sebuah isi ditempatkan ke dalam CMS, isi tersebut dapat ditampilkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari penggunanya. Terlebih lagi dengan kelebihan CMS yang dapat memisahkan antara desain dan isi, menyebabkan proses personalisasi dapat berjalan dengan mudah.

Sindikasi
Sindikasi memberikan kemungkinan kepada sebuah website untuk membagi isinya kepada website-website yang lain. Format data yang didukung juga cukup variatif mulai dari rss, rdf, xml hingga ‘backend scripting’. Sama halnya dengan personalisasi, sindikasi juga dapat dilakukan dengan mudah karena isi dan desain telah dibuat terpisah.

Akuntabilitas
Oleh karena CMS mendukung alur kerja dan hak akses yang jelas kepada para penggunanya, data/informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Setiap penulis ataupun editor memiliki tugas masing-masing dengan hak akses yang berbeda-beda pula. Dengan demikian setiap perubahan yang terjadi di website dapat ditelusuri dan diperbaiki seperlunya dengan segera.
CMS pada prinsipnya dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan dan dalam berbagai kondisi, seperti untuk:
a.                   Mengelola website pribadi.
b.                   Mengelola website perusahaan/bisnis.
c.                   Portal atau website komunitas.
d.                  Galeri foto, dan lain sebagainya.
e.                   Forum.
f.                    Aplikasi E-Commerce.
g.                   Dan lain-lain.

Kelemahan CMS
a.       Mengharuskan menggunakan source kode yang kadang membingungkan.Ada beberapa fitur-fitur yang kurang terpakai, sehingga membuat jadi kurang efisien
b.      Security lebih rawan terutama yg opensource, karna banyak orang yang tahu  tentang code dan kelemahannya.
c.       Template telah tersedia, sehingga kurang bias berekspresi.

4.      Perbedaan CMS dengan Blog !
Cms :
Content Management System atau Sistem manajemen konten disingkat CMS, adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menambahkan atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs web. Umumnya, sebuah CMS (Content Management System) terdiri dari dua elemen:
c.       aplikasi manajemen isi (Content Management Application, CMA)
d.      aplikasi pengiriman isi (content delivery application, CDA)
Blog :
Blogger adalah penulis atau jurnalis yang mencatat berbagai informasi dalam sebuah blog, baik berupa blog pribadi maupun kelompok, dalam aneka kategori pembahasan.Blogger dapat merujuk pada
Narablog - orang yang memiliki atau memelihara blog.
Blogger.com layanan pembuatan dan penyimpanan blog yang dimiliki Google.

5.      Perbedaan CMS dengan web design
Cms :
Content Management System atau Sistem manajemen konten disingkat CMS, adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menambahkan atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs web. Umumnya, sebuah CMS (Content Management System) terdiri dari dua elemen:
a.       aplikasi manajemen isi (Content Management Application, CMA)
b.      aplikasi pengiriman isi (content delivery application, CDA)

Web design :
Perancangan web (web design) adalah istilah umum yang digunakan untuk mencakup bagaimana isi web konten ditampilkan, (biasanya berupa hypertext atau hypermedia) yang dikirimkan ke pengguna akhir melalui World Wide Web, dengan menggunakan sebuah browser web atau perangkat lunak berbasis web. Tujuan dari web design adalah untuk membuat website—sekumpulan konten online termasuk dokumen dan aplikasi yang berada pada server web / server. Sebuah website dapat berupa sekumpulan teks, gambar, suara dan konten lainnya, serta dapat bersifat interaktif ataupun statis.

6.      Jenis-jenis CMS yang gratis dan popular
Jenis-jenis CMS
berikut adalah beberapa contoh CMS yang paling banyak dipergunakan saat ini:
WordPress
WordPress bisa dikatakan CMS paling populer dan paling banyak dipergunakan saat ini. WordPress memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan CMS lainnya serta komunitas yang luas sehingga memudahkan anda dalam mencari informasi seputar WordPress. WordPress juga memiliki template yang sangat beragam dan menggunakan PHP + CSS yang mudah diedit. Penggunaan WordPress sangat luas, mulai dari blog hingga website e-commerce. WordPress memiliki Plugin yang mampu memberikan berbagai fitur powerful kepada penggunanya.
Joomla
Jika anda mempelajari Joomla, maka anda akan segera tahu bahwa jutaan website dibangun menggunakan CMS ini. Joomla menjadi favorit karena mudah dikustomisasi dan bisa mendukung berbagai tipe website. Joomla bisa dipakai untuk membuat blog pribadi, website bisnis, website perusahaan, organisasi non-profit, dsb. Kelebihan joomla diantaranya memiliki fitur administrasi yang baik, pilihan template yang banyak, dan tool pengelolaan menu.
ModX
CMS ini bisa menjadi alternatif, terutama bagi anda  yang tidak terlalu memahami coding. ModX hingga saat ini telah dipakai untuk membuat lebih dari 100 ribu website. ModX cukup mudah dipergunakan, bahkan pengguna awam bisa dengan mudah mengelola konten dengan CMS ini. Kelebihan lain yang dimiliki oleh CMS ini adalah memiliki SEO yang baik, ini karena pengembangnya fokus dalam bidang ini. Website yang dibuat dengan ModX mampu beradaptasi dengan mesin pencari seperti Google, Bing, atau Yahoo.
TextPattern
Dengan tampilan admin yang minimalis dan desain yang fleksibel, TextPattern merupakan CMS ideal untuk membuat blog dan website profesional. CMS ini dilengkapi dengan tool impor website dan fitur anti-spam untuk memblokir komentar SPAM. Untuk pengguaan yang lebih luas, anda bisa menginstal berbagai fungsi tambahan pada web browser. Basis kode yang dipakai sangat ramping dan minimalis. TextPattern mampu membuat halaman website yang terstruktur dengan baik. Sebagai pengganti editor teks WYSIWYG, CMS ini memakai textile markup untuk membuat elemen HTML. Halaman yang dibuat dengan TextPattern bisa diakses dengan cepat dan ringan.
Drupal
Drupal sering menjadi CMS alternatif setelah WordPress. Seperti CMS lainnya, fitur Drupal sangat powerful sehingga cocok untuk berbagai tipe website, mulai dari website pribadi hingga bisnis / korporasi. Disini anda akan menemukan banyak modul yang bisa ditambahkan untuk meningkatkan fungsi Drupal. Salah satu fitur Drupal yang paling populer adalah modul Taksonomi, fitur ini berfungsi untuk mengelola kategori dan konten. Drupal juga memiliki komunitas yang solid dan aktif, anda bisa bergabung pada komunitas ini untuk mengetahui segala hal tentang CMS Drupal.
ExpressionEngine
ExpressionEngine merupakan CMS yang elegan dan fleksibel, cocok untuk berbagai tipe website. ExpressionEngine dirancang untuk memenuhi kebutuhan webmaster pemula. Jika anda sudah melihat tata letak tampilannya, anda bisa dengan cepat memahaminya. ExpressionEngine dilengkapi dengan fitur keren seperti fitur one stop installation, artinya anda bisa membuat banyak website dengan 1 kali instal. CMS ini juga memiliki kustomisasi template dan kueri SQL. Selain itu juga terdapat fitur caching yang bisa meningkatkan kecepatan akses website. Walaupun powerful, CMS ini tidak bisa anda dapatkan secara gratis. Anda harus membeli lisensinya terlebih dahulu jika ingin menggunakannya.
Radiant CMS
Kebanyakan CMS dibuat dengan bahasa pemrograman PHP, berbeda dengan Radiant yang dibuat dengan bahasa Ruby. Radiant merupakan CMS yang ringan, bahkan lebih sederhana jika dibandingkan dengan TextPattern. Radiant dibangun dengan frameworkpopuler Ruby On Rails. Developer CMS ini telah berhasil mengerjakan tugas mereka yaitu menyediakan CMS yang simpel dan elegan. Seperti TextPattern, Radiant tidak dilengkapi dengan WYSIWYG, melainkan Textile markup untuk membuat HTML.
SilverStripe
SilverStripe adalah CMS PHP yang kerjanya mirip dengan WordPress, namun memiliki lebih banyak pilihan konfigurasi yang disesuaikan dengan manajemen konten. SilverStripe memiliki beberapa fitur menarik di dalamnya, seperti pengelolaan konten dan optimasi SEO. Webmaster juga bisa mengkustomisasi halaman admin untuk klien jika diperlukan. Walaupun komunitas pengguna SilverStripe tidak sebanyak CMS lainnya, namun terdapat banyak modul, template, dan widget yang bisa anda pakai untuk melengkapi website.
TYPOlight
TYPOlight memiliki fitur yang beragam dan seimbang di dalamnya. Dari sisi fitur dan fungsi, TYPOlight sebanding dengan Drupal dan ExpressionEngine, bahkan memiliki beberapa modul tambahan seperti newsletter dan kalender. Kekurangan TYPOlight adalah memiliki terlalu banyak pilihan konfigurasi. Namun jika anda ingin membuat website dengan fungsi mutakhir dan tambahan programming, TYPOlight merupakan pilihan yang tepat.
Beberapa provider hosting menyediakan softaculous,fantastico, atau installer CMS lainnya. Disana anda bisa menemukan berbagai macam CMS. Anda hanya perlu menginstal CMS tersebut, kemudian anda bisa membuat website sesuai dengan keinginan anda.

7.      Website popular yang menggunakan CMS
CMS nya apa :
 JoomlaGov.Info

Address URL :

web nya mengenai :
JoomlaGov.Info merupakan website yang dibuat khusus sebagai direktori website pemerintahan di seluruh dunia yang menggunakan Joomla. JoomlaGov.Info baru saja meraih penghargaan JandBeyond Conference 2012yang di selenggarakan di Bad Nauheim, Jerman. Menggunakan Joomla versi 2.5 dan extension K2 dan Google Maps Api version 3, dengan desain kustom bergaya minimalis namun tetap elegan. JoomlaGov.Info dapat dijadikan referensi bagi para pengembang website pemerintahan yang menggunakan Joomla sebagai CMS utamanya.

Referensi :

No comments:

Post a Comment